Ket. Foto: Ist
Publiknews.co Samarinda – Lamin Tolan adalah sebuah rumah adat khas Dayak Benuaq yang terletak di Kampung Lambing, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Rumah ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol kehidupan sosial dan budaya masyarakat Dayak.
Dibangun secara tradisional tanpa menggunakan paku, Lamin Tolan menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu ulin dan kulit kayu yang diikat dengan rotan.
Keunikan lainnya, Lamin Tolan memiliki atap tinggi dengan dekorasi ukiran yang melambangkan hubungan manusia dengan alam, serta dihiasi dengan patung-patung untuk penangkal roh jahat.
Lamin Tolan sudah berusia lebih dari 200 tahun dan merupakan warisan budaya yang dijaga dengan sangat baik oleh masyarakat setempat.
Rumah adat ini digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk sebagai tempat pertemuan adat, pelaksanaan upacara tradisional, dan tempat tinggal keluarga besar yang hidup bersama di dalamnya.
Setiap bagian rumah ini juga mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Dayak, termasuk warna-warna pada rumah yang memiliki makna simbolis, seperti merah yang melambangkan keabadian dan putih yang melambangkan kesucian.
Mengunjungi Lamin Tolan tidak hanya memberikan pengalaman budaya yang mendalam, tetapi juga kesempatan untuk menikmati keindahan alam sekitar, termasuk Danau Tolan yang terletak tidak jauh dari rumah adat ini.
Danau yang dulunya merupakan anak sungai Kedang Pahu kini menjadi tempat yang tenang, menyuguhkan panorama yang indah dan menjadi saksi bisu kehidupan masyarakat Dayak masa lalu.
Sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya, Lamin Tolan telah terdaftar dalam inventarisasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur pada tahun 2012 dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati Kutai Barat untuk menjaga keberlanjutannya sebagai situs benda cagar budaya.
Akses menuju lokasi ini cukup mudah, dengan perjalanan sekitar satu hingga dua jam dari ibu kota Kabupaten Kutai Barat.
Bagi para wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan kebudayaan Dayak, Lamin Tolan menjadi destinasi yang sangat menarik.
Kunjungan ke sana memberikan kesempatan untuk belajar tentang arsitektur tradisional serta cara hidup masyarakat Dayak yang masih mempertahankan adat istiadat mereka hingga kini.
Penulis Ainunnisa







Users Today : 1179
Total Users : 436453
Views Today : 1613
Total views : 1493898
Who's Online : 21