Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Kalimantan Timur, khususnya Kutai, dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun, salah satunya adalah pakaian adat.
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) berperan penting dalam pelestarian dan pemahaman mengenai pakaian adat Kutai, yang mencerminkan nilai sejarah dan sosial yang mendalam.
Pakaian adat Kutai, seperti Baju Anta Kusuma, Baju Takwo, dan Kustim, bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga memiliki makna ritual yang sangat khusus.
Baju Anta Kusuma, misalnya, merupakan pakaian adat dengan kasta tertinggi yang digunakan dalam upacara pernikahan. Pakaian ini memiliki ornamen dan desain yang terinspirasi dari cerita epik Mahabharata, dengan warna dominan kuning yang menandakan status sosial yang tinggi.
Dinas Pariwisata Kaltim bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk budayawan dan tokoh adat, untuk mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pakaian adat yang tepat, dengan tujuan agar warisan budaya ini tetap lestari.
Forum yang diadakan oleh Dispar Kaltim pada Juni 2024 di Hotel Bumi Senyiur mengangkat tema “Pelestarian Busana Adat Kutai sebagai Warisan Budaya Nusantara.” Dalam forum ini, dibahas pentingnya kesepakatan bersama mengenai cara penggunaan pakaian adat, terutama Baju Anta Kusuma, yang disarankan hanya dipakai pada acara pernikahan.
Sementara itu, pakaian adat lain seperti Baju Takwo dan Baju China dapat dikenakan dalam berbagai acara sosial, selama tetap menghormati makna budaya yang terkandung dalam setiap elemen desainnya.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya Dispar Kaltim dalam memastikan bahwa pakaian adat Kutai tidak hanya menjadi simbol budaya yang kaya, tetapi juga relevan dalam konteks modern.
Ke depannya, Dispar Kaltim berencana mengembangkan panduan resmi untuk penggunaan pakaian adat ini, yang diharapkan bisa diterima oleh masyarakat luas dan digunakan dengan penuh penghormatan.
Melalui kegiatan ini, Dispar Kaltim berharap dapat memperkenalkan dan memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi







Users Today : 60
Total Users : 489537
Views Today : 115
Total views : 1580124
Who's Online : 2