Foto: Para siswa Sekolah Dasar memaikan alat musik tradisional pada Pekan Kebudayaan Daerah Kukar 2025 (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Sejak pagi, halaman Museum Mulawarman terasa berbeda. Irama musik tradisional bersahut dengan gelak tawa pelajar yang sibuk menata karya mereka.
Di tengah hiruk-pikuk itu, warna-warni budaya Kutai Kartanegara (Kukar) seolah hidup kembali melalui Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, pada Selasa (21/10/2025).
“Suasannya ramai, penuh nuansa kebudayaan. Kita bisa lihat semangat anak-anak luar biasa,” ujar Puji Utomo, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar usai membuka PKD 2025.
Kegiatan yang berpusat di Gedung A Museum Mulawarman itu menampilkan pameran hasil karya budaya dari berbagai wilayah di Kukar. Meja-meja penuh pajangan unik mulai dari kerajinan tangan dari siswa SMA, SMK, dan perguruan tinggi Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur hingga kreativitas siswa SMP yang tak kalah menarik.
Dari anyaman hingga replika alat musik tradisional, setiap karya menjadi bukti bahwa warisan leluhur masih hidup dalam genggaman anak muda.
“Itu semua hasil yang mereka pelajari di sekolah. Ada alat pemilangan badi, alat produksi tradisional, bahkan teknologi kuno yang masih digunakan di masyarakat,” jelas Puji.
Tak hanya benda pameran saja, pertunjukan budaya juga mencuri perhatian. Pelajar SMP 10 dan SMP 20 tampil memperkenalkan pupur basah, tradisi perawatan wajah khas Kutai yang kini bisa dibilang nenek moyang dari skincare modern.
Partisipasi pun meluas hingga lintas instansi. Sekitar enam hingga tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar juga ikut ambil bagian. Terlebih Balai Pelestarian Kebudayaan juga turut memeriahkan acara dengan menghadirkan berbagai objek kebudayaan khas Kukar.
Menurut Puji, kegiatan ini tidak sekadar ajang pamer. Lebih dari itu, PKD 2025 diharapkan menjadi ruang belajar dan inspirasi.
“Kami ingin anak-anak sekolah, khususnya siswa SMP, bisa mengenal budaya daerahnya dan bangga menjadi bagian dari itu,” tuturnya.
Rangkaian PKD masih berlanjut hingga dua hari ke depan. Selain pameran, akan ada penampilan musik daerah, tari tradisional, dan malam puncak Anugerah Kebudayaan yang siap memberikan penghargaan bagi insan pelestari budaya lokal.
Di antara keramaian, semangat kebersamaan dan cinta budaya terasa kental. “Semua kebudayaan kita baik dan menarik untuk ditampilkan. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” ucap Puji menutup wawancara dengan senyum. (Adv/Nr)






Users Today : 51
Total Users : 405864
Views Today : 127
Total views : 1436202
Who's Online : 5