Publiknews.co, Samarinda – Potensi wisata dan kekayaan budaya lokal dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan Samarinda dalam meningkatkan perekonomian daerah. Namun, pengembangannya membutuhkan perencanaan yang saling terhubung, mulai dari penyediaan fasilitas wisata hingga keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai sektor pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya pelestarian kebudayaan. Menurutnya, tradisi dan kegiatan adat yang dimiliki masyarakat perlu dikembangkan agar mampu menarik kunjungan wisatawan, termasuk dari luar daerah.
Salah satu potensi yang dapat dioptimalkan adalah kebudayaan masyarakat Pampang. Kegiatan adat yang rutin diselenggarakan setiap tahun dinilai memiliki peluang untuk menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan identitas budaya Samarinda kepada masyarakat luas.
Novan mengatakan, kegiatan kebudayaan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat setempat.
“Potensi budaya yang ada perlu dikemas lebih menarik sehingga orang dari luar Samarinda tertarik untuk datang. Dengan begitu, kebudayaan Pampang tidak hanya dikenal, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi sektor pariwisata,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Kemudahan akses perjalanan, ketersediaan penginapan, serta keberadaan pusat kuliner menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, promosi wisata tidak akan berjalan maksimal apabila kebutuhan dasar pengunjung belum terpenuhi. Karena itu, pengembangan destinasi harus direncanakan secara menyeluruh.
“Ketika kita ingin mendatangkan wisatawan dari luar daerah, tentu fasilitasnya juga harus disiapkan. Mulai dari akses menuju tempat wisata, penginapan, sampai pilihan kuliner yang bisa dinikmati pengunjung,” jelasnya.
Selain kawasan wisata budaya, Novan turut menyoroti pemanfaatan ruang publik seperti Citra Niaga dan Teras Samarinda. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga melihat kawasan budaya di Jalan Kadrie Oening dapat dimaksimalkan sebagai tempat bagi kelompok masyarakat untuk memperkenalkan beragam kesenian dan tradisi khas Kalimantan Timur.
Novan menekankan pentingnya koordinasi antar-OPD agar pengembangan pariwisata dan kebudayaan memiliki arah yang jelas. Pembagian kewenangan masing-masing instansi perlu diikuti dengan kerja sama sehingga program yang dijalankan dapat saling mendukung.
Melalui pengelolaan yang terencana dan terintegrasi, ia berharap kekayaan budaya Samarinda dapat menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD). (adv/DPRDSamarinds/Nisca)







Users Today : 765
Total Users : 540410
Views Today : 1080
Total views : 1669256
Who's Online : 4