Ket foto: Hasanuddin Mas’ud – Ketua DPRD Kalimantan Timur
Publiknews.co Samarinda – DPRD dan Pemprov Kalimantan Timur melakukan peninjauan ulang terhadap berbagai program daerah setelah adanya pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat sebesar 73 persen.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut berdampak besar pada kemampuan fiskal daerah.
“Penurunan pendapatan hingga Rp6,1 triliun tentu memengaruhi banyak sektor,” katanya, Selasa (18/11/2025).
Ia menegaskan bahwa Bantuan Keuangan (Bankeu) akan mengalami penurunan paling signifikan.
“Bankeu yang sebelumnya Rp1,9 triliun menjadi hanya Rp250 miliar. Dampaknya dipastikan dirasakan seluruh kabupaten/kota,” ucapnya.
Hasanuddin juga menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak dapat dihindari.
“Kegiatan SKPD dan Pokir DPRD juga harus disesuaikan untuk memastikan proporsionalitas belanja,” tambahnya.
Selain Bankeu, DPRD menyoroti perlunya perubahan struktur prioritas belanja agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terjamin.
Ia menyatakan bahwa meski terjadi pengurangan besar, pemerintah daerah harus tetap menjaga layanan publik esensial.
Hasanuddin juga mengingatkan agar penyesuaian dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu program strategis jangka panjang.
(Adv/DPRDKaltim/Ca)






Users Today : 540
Total Users : 409536
Views Today : 1212
Total views : 1443271
Who's Online : 5