Publiknews.co Samarinda — Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Kota Bontang resmi masuk dalam daftar proyek strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pembangunan infrastruktur ini diyakini akan menjadi solusi jangka panjang bagi kemacetan dan tingginya angka kecelakaan yang kerap terjadi di jalur poros utama yang ada saat ini.
Jalur penghubung Samarinda–Bontang selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat serta arus distribusi logistik.
Namun, kondisi jalan yang sudah tidak prima, kerusakan di berbagai titik, serta kecelakaan lalu lintas terutama yang melibatkan kendaraan bertonase besar menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Kemacetan panjang pun kerap mewarnai jalur tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Syadi’ah, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jalan tol tersebut.
Legislator dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau itu menilai, pembangunan tol menjadi kebutuhan mendesak demi menunjang pertumbuhan wilayah.
“Tentu kami sangat mendukung proyek ini. Kalau kita lihat, di Pulau Jawa bahkan Sumatera, jalan tol sudah menghubungkan berbagai daerah. Sementara Kalimantan masih tertinggal. Bahkan, jalan tol yang sudah ada di Kaltim pun kondisinya belum optimal,” ungkap Syarifatul saat ditemui, Selasa (15/7/2025).
Ia menambahkan, pembangunan jalan tol idealnya tidak hanya berhenti di Bontang.
Menurutnya, perlu ada perpanjangan hingga Berau guna memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur.
“Harapan kami, pembangunan tol tidak hanya sampai Bontang, tetapi dilanjutkan sampai Berau. Tentu, jalur yang dipilih harus jalur terpendek agar efisiensi biaya pembangunan dan operasional bisa terjaga,” katanya.
Syarifatul juga mengingatkan bahwa jika trase yang dipilih terlalu panjang atau tidak efisien, dampaknya tidak hanya pada biaya pembangunan yang membengkak, tetapi juga berpotensi menambah beban biaya bagi masyarakat pengguna jalan.
Pasca-penetapan Bontang sebagai kota industri penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Syarifatul menilai infrastruktur konektivitas antarwilayah menjadi hal yang sangat krusial untuk segera diwujudkan.
“Dengan ditetapkannya Bontang sebagai kota industri pendukung IKN, maka pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol, menjadi hal yang harus kita dorong bersama. Itu merupakan bagian dari komitmen kami di DPRD,” tegasnya
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 302
Total Users : 513508
Views Today : 394
Total views : 1625504
Who's Online : 4