Ket Foto: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.
Publiknews.co Samarinda — Pelaku usaha perhotelan di Samarinda dituntut mencari sumber pasar baru menyusul melemahnya pendapatan sektor tersebut di tengah kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Promosi untuk menjaring pengunjung dari luar daerah dinilai perlu diperkuat agar bisnis hotel tidak terus bergantung pada kegiatan kedinasan.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengungkapkan pendapatan sektor perhotelan hingga September 2026 berada di kisaran Rp160 miliar. Angka itu masih lebih rendah dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai sekitar Rp200 miliar.
Menurut Helmi, berkurangnya kegiatan pemerintah yang biasanya melibatkan penggunaan fasilitas hotel ikut memengaruhi pergerakan usaha. Kebijakan penghematan anggaran membuat sejumlah agenda, terutama kegiatan seremonial, tidak lagi dilaksanakan seperti sebelumnya.
“Efisiensi anggaran pemerintah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini. Sejumlah kegiatan seremonial untuk sementara tidak dilaksanakan,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Ia menilai, situasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perhotelan turut dipengaruhi kebijakan belanja pemerintah. Karena itu, evaluasi terhadap kebijakan transfer ke daerah juga diharapkan dapat membuka ruang fiskal yang lebih memadai bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program dan kegiatan sesuai prioritas.
Meski demikian, Helmi mengingatkan pemulihan usaha hotel tidak semestinya hanya bergantung pada kemungkinan kembali meningkatnya kegiatan pemerintah. Pengelola hotel perlu membangun strategi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan, pelaku usaha, dan pengunjung dari luar Samarinda.
Ia mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama para pengelola hotel agar lebih aktif mempromosikan potensi Kota Tepian. Promosi tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat luar daerah untuk berkunjung sekaligus memanfaatkan fasilitas penginapan yang tersedia.
“Pihak hotel bersama PHRI perlu memperkuat promosi supaya masyarakat dari luar daerah tertarik datang dan menginap di Samarinda,” kata Helmi.
Menurutnya, perluasan pasar menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah terbatasnya kegiatan yang dibiayai pemerintah. Dengan menjaring segmen pengunjung yang beragam, sektor perhotelan diharapkan memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil.
Helmi berharap sinergi antara PHRI dan pengelola hotel dapat meningkatkan daya tarik Samarinda sebagai tujuan kunjungan, baik untuk kepentingan bisnis maupun wisata. Meningkatnya jumlah pengunjung juga diharapkan memberi dampak positif terhadap usaha restoran dan sektor ekonomi lain yang berkaitan dengan aktivitas perhotelan.(adv/dprdsamarinda)







Users Today : 77
Total Users : 513283
Views Today : 92
Total views : 1625202
Who's Online : 5