• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Puji Setyowati Tanggapi Dampak Negatif Obsesi K-Pop di Kalangan Anak Muda

Redaksi by Redaksi
November 30, 2023
in Advetorial, DPRD KALTIM, Kaltim
0 0
0
Puji Setyowati Tanggapi Dampak Negatif Obsesi K-Pop di Kalangan Anak Muda
Bagikan

Publiknews.co, Samarinda — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Puji Setyowati, ia menyoroti dampak negatif dari obsesi terhadap idola Kpop dikalangan anak-anak. Di tengah arus globalisasi budaya, Indonesia kini menjadi saksi dari maraknya budaya Korea-Pop (K-Pop) yang mendominasi dunia hiburan. Fenomena ini menciptakan gelombang antusiasme di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kalangan anak muda.

Para penggemar K-Pop, yang dikenal sebagai K-Popers, semakin memperkuat kehadiran mereka di tanah air. Dari konser, merchandise, hingga tarian ala K-Pop, tren ini telah menembus berbagai lapisan masyarakat.

“Kita sangat prihatin terhadap pengaruh buruk yang muncul dari anak-anak yang meniru perilaku idola mereka. Kebanyakan mereka memasang cover di hp-nya menggunakan artis korea, padahal itu lebih baik menggunakan foto orang tua mereka,” ujarnya pada Kamis (30/11/2023).

Ia menilai anak-anak terlalu terpengaruh oleh idola dari luar, bisa berakibat negatif. Terutama saat orang mengabaikan peran mereka terhadap pengawasan dan pendidikan terhadap anak-anak mereka.

“Sudah ada edukasi kemarin melalui reses ke sekolah-sekolah, sekarang tinggal bagaimana orang tuanya bertanggung jawab di rumah untuk tidak membiarkan anaknya suka bereksis sendirian dan lebih memperhatikan jam pulang anak,”

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya dilakukan pengawasan dan pemdampingan orang tua dalam membentuk perilaku positif anak yang akan menjadi generasi muda bangsa.

“Karena itu, peran orang tau sangat penting dalam membimbing anak-anak, karena dalam 18 jam sehari, anak menghabiskan waktunya di rumah. Jika ada perilaku anak yang negatif, pertanyaannya adalah dari mana asal perilaku tersebut,” tutur Puji.

Harapannya, orang tua untuk lebih memperhatikan dunia luar anak agar nantinya tidak terpengaruh dengan dunia luar.

Penulis Nur Ainunnisa | Editor Eka Mandiri

 

Publiknews.co, Samarinda — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Puji Setyowati, ia menyoroti dampak negatif dari obsesi terhadap idola Kpop dikalangan anak-anak. Di tengah arus globalisasi budaya, Indonesia kini menjadi saksi dari maraknya budaya Korea-Pop (K-Pop) yang mendominasi dunia hiburan. Fenomena ini menciptakan gelombang antusiasme di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kalangan anak muda.

Para penggemar K-Pop, yang dikenal sebagai K-Popers, semakin memperkuat kehadiran mereka di tanah air. Dari konser, merchandise, hingga tarian ala K-Pop, tren ini telah menembus berbagai lapisan masyarakat.

“Kita sangat prihatin terhadap pengaruh buruk yang muncul dari anak-anak yang meniru perilaku idola mereka. Kebanyakan mereka memasang cover di hp-nya menggunakan artis korea, padahal itu lebih baik menggunakan foto orang tua mereka,” ujarnya pada Kamis (30/11/2023).

Ia menilai anak-anak terlalu terpengaruh oleh idola dari luar, bisa berakibat negatif. Terutama saat orang mengabaikan peran mereka terhadap pengawasan dan pendidikan terhadap anak-anak mereka.

“Sudah ada edukasi kemarin melalui reses ke sekolah-sekolah, sekarang tinggal bagaimana orang tuanya bertanggung jawab di rumah untuk tidak membiarkan anaknya suka bereksis sendirian dan lebih memperhatikan jam pulang anak,”

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya dilakukan pengawasan dan pendampingan orang tua dalam membentuk perilaku positif anak yang akan menjadi generasi muda bangsa.

“Karena itu, peran orang tau sangat penting dalam membimbing anak-anak, karena dalam 18 jam sehari, anak menghabiskan waktunya di rumah. Jika ada perilaku anak yang negatif, pertanyaannya adalah dari mana asal perilaku tersebut,” tutur Puji.

Harapannya, orang tua untuk lebih memperhatikan dunia luar anak agar nantinya tidak terpengaruh dengan dunia luar.

Penulis Nur Ainunnisa | Editor Eka Mandiri

Post Views: 319
Previous Post

Anggota DPRD Kaltim Desak Pemprov Perhatikan Kondisi Aset Perpustakaan

Next Post

Meski Padat Jadwal, Anggota DPRD Kaltim Tetap Jalankan Agenda Rapat Paripurna

Redaksi

Redaksi

Next Post
Meski Padat Jadwal, Anggota DPRD Kaltim Tetap Jalankan Agenda Rapat Paripurna

Meski Padat Jadwal, Anggota DPRD Kaltim Tetap Jalankan Agenda Rapat Paripurna

Statistik Pengunjung

450506
Users Today : 602
Total Users : 418397
Views Today : 1479
Total views : 1462431
Who's Online : 4
Your IP Address : 216.73.217.145
Server Time : 2026-05-02
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In