Publiknews.co Samarinda – Gagasan Pemerintah Kota Samarinda untuk membangun kawasan wisata tematik bertema Chinatown menuai tanggapan dari DPRD Kota Samarinda.
Meski mendukung rencana tersebut, DPRD menegaskan pentingnya penyusunan konsep yang matang agar pembangunan kawasan ini tidak berhenti sebagai proyek simbolik belaka.
Anggota DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah, menyatakan bahwa inisiatif menghadirkan Chinatown dapat menjadi peluang strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, ia menekankan bahwa gagasan tersebut harus disertai dengan perencanaan yang realistis dan berbasis manfaat ekonomi.
“Kami sangat terbuka mendukung program ini, asalkan dirancang dengan arah yang jelas dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Sampai hari ini, bentuk konsep yang akan diterapkan masih belum tampak secara rinci,”tuturnya saat ditemui, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan, pembangunan kawasan bertema budaya semestinya mencontoh keberhasilan model serupa di kota lain yang telah terbukti mampu memadukan unsur budaya, ekonomi, dan pariwisata secara terpadu.
“Di kota-kota besar, kawasan Chinatown tidak hanya menampilkan ornamen khas, tapi menjadi pusat interaksi budaya, kuliner, dan kegiatan ekonomi warga keturunan Tionghoa. Samarinda pun perlu membangun dengan karakter yang khas dan berdaya saing,”jelasnya.
Andriansyah mengingatkan agar proyek ini tidak terjebak dalam pendekatan seremonial tanpa kesinambungan.
Ia menegaskan bahwa dampak nyata dari segi ekonomi dan sosial harus menjadi fokus utama dalam pembangunan kawasan tersebut.
“Jangan sampai ini hanya menjadi proyek papan nama tanpa aktivitas. Harus ada perputaran ekonomi dan pemberdayaan masyarakat lokal yang bisa dirasakan langsung,”katanya.
Ia juga menilai bahwa keterlibatan lintas sektor sangat diperlukan dalam penyusunan konsep, termasuk kontribusi dari pelaku usaha, komunitas budaya Tionghoa, serta kalangan pendidikan yang dapat memperkaya gagasan dan memperkuat implementasi.
Lebih jauh, ia menilai bahwa penguatan sektor pariwisata di Samarinda menjadi langkah penting dalam menggeser ketergantungan dari sektor ekstraktif seperti tambang dan batu bara, yang kian menurun kontribusinya terhadap ekonomi daerah.
“Pariwisata adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola secara profesional dan konsisten, sektor ini bisa menjadi tulang punggung PAD di masa depan. Tapi tentu, harus dimulai dari komitmen dan perencanaan yang serius, bukan hanya angan-angan,”tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 273
Total Users : 435167
Views Today : 689
Total views : 1492033
Who's Online : 1