Publiknews.co Samarinda — Maraknya usaha kopi gerobakan di berbagai titik di Kota Samarinda mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno.
Ia mengusulkan agar pemerintah kota menerapkan kebijakan zonasi dan pengaturan jam operasional bagi para pedagang tersebut.
Menurutnya, langkah ini dapat menjadi solusi penataan tanpa memberatkan pelaku UMKM sekaligus menjaga estetika kota.
Suparno menilai, keberadaan gerobak kopi yang semakin menjamur berpotensi menimbulkan kesan semrawut bila tidak diatur secara terencana.
“Contohnya, para pedagang bisa diarahkan berjualan di zona tertentu dengan batasan waktu yang sudah ditetapkan, supaya tidak terkesan semrawut di ruang publik,” ujar Suparno saat ditemui di Samarinda pada Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan, penataan yang baik akan membantu mencegah kota terkesan kumuh, apalagi jika para pedagang beroperasi secara bebas di kawasan ramai.
“Jangan sampai di satu area terdapat berbagai gerobak dengan warna dan bentuk berbeda berjejer pada saat jam sibuk, yang akhirnya malah menimbulkan kesan kumuh,” lanjutnya.
Suparno juga mengajak adanya sinergi lintas instansi seperti Satpol PP, dinas terkait, hingga pihak kecamatan dan kelurahan untuk menyusun aturan bersama demi menjaga ketertiban tanpa menghambat pertumbuhan UMKM.
“Perlu ada koordinasi yang jelas. Kita ingin UMKM berkembang, tapi tetap ada batasan dan pengaturan yang disepakati bersama,” tegasnya.
Ia pun menekankan perlunya keseimbangan antara upaya penertiban dan tanggung jawab pembinaan terhadap para pelaku usaha kecil, terutama yang berjualan di ruang publik.
“Mungkin juga perlu dikaji untuk membatasi jumlah pedagang di pinggir jalan, karena saat ini jumlahnya sudah sangat banyak,” tutupnya.
Penulis Nisnun Ediror Redaksi







Users Today : 383
Total Users : 514414
Views Today : 487
Total views : 1626623
Who's Online : 1