Ket. Foto: Ist
Publiknews.co Samarinda – Tradisi Nyadran, yang berasal dari masyarakat Jawa, juga dilestarikan di Kalimantan Timur, terutama oleh komunitas Jawa yang tinggal di wilayah ini.
Kegiatan utama Nyadran adalah berziarah ke makam leluhur, membawa sesajen seperti bunga dan kemenyan, serta berdoa bersama untuk mendoakan arwah.
Selain itu, Nyadran menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Masyarakat yang melaksanakan tradisi ini tidak hanya datang untuk berziarah, tetapi juga berkumpul bersama keluarga dan tetangga.
Kegiatan ini memperkuat ikatan sosial dan kekerabatan, yang sangat dihargai dalam budaya lokal.
Nilai gotong royong sangat dihargai dalam kegiatan ini, di mana sesajen dan hasil bumi sering dibagikan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas berkah yang diberikan Tuhan.
Momen ini juga digunakan untuk berbagi cerita dan mempererat tali persaudaraan.
Tradisi Nyadran di Kalimantan Timur tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur, tetapi juga mencerminkan perpaduan budaya lokal dengan kepercayaan masyarakat Jawa.
Kegiatan ini memperkaya keberagaman budaya di Kalimantan Timur, menjaga hubungan masyarakat dengan leluhur dan memperkuat rasa kebersamaan di antara warga.
Penulis Ainunnisa







Users Today : 1245
Total Users : 405790
Views Today : 2095
Total views : 1435933
Who's Online : 7