Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Dinas Pariwisata Kalimantan Timur terus berkomitmen dalam melestarikan budaya lokal, salah satunya dengan menghidupkan kembali kesenian tradisional Sape, alat musik khas suku Dayak yang kini tengah diperkenalkan kembali kepada generasi muda.
Sape, yang memiliki bentuk mirip gitar dengan beberapa senar, dikenal karena kemampuannya menghasilkan alunan suara yang indah dan menenangkan. Alat musik ini tidak hanya digunakan dalam upacara adat, tetapi juga dalam pertunjukan kesenian untuk merayakan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.
Dispar Kaltim telah mengadakan berbagai kegiatan untuk mengenalkan dan mengajarkan cara memainkan Sape, salah satunya melalui pelatihan yang diadakan di Kutai Timur.
Pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk komunitas musik, seniman, dan masyarakat umum. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih generasi muda agar dapat memainkan Sape dengan baik, sekaligus memperkenalkan mereka pada warisan budaya yang telah ada sejak lama.
Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teknik dasar, tetapi juga pada pengenalan filosofi dan makna yang terkandung dalam setiap nada yang dihasilkan oleh Sape.
Diharapkan dengan adanya upaya ini, para peserta tidak hanya mampu menguasai alat musik tradisional tersebut, tetapi juga dapat memperkenalkan kembali Sape ke masyarakat luas, sehingga tradisi ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.
Ke depan, Dispar Kaltim berharap pelatihan ini dapat melahirkan musisi muda yang berbakat dan membawa kesenian Sape ke panggung lebih besar, sehingga budaya lokal ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihargai dan diminati oleh kalangan yang lebih luas.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi






Users Today : 430
Total Users : 429377
Views Today : 693
Total views : 1482009
Who's Online : 4