Foto: Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui jalur non-formal.
Untuk menjawab perluasan akses pendidikan tersebut pihak Disdik melakukan penguatan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Taman Kanak-Kanak Pusat Kegiatan Masyarakat (TKPKM) yang kini semakin aktif di berbagai wilayah.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara, baik melalui jalur formal maupun non-formal.
“Pemerintah daerah juga mengampanyekan pentingnya pendidikan non-formal seperti SKB dan TKPKM yang tersebar di berbagai wilayah,” ujarnya saat ditemui di lobi Kantor DPRD Kukar, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, hasil dari program tersebut cukup menggembirakan. Pada tahun ini, jumlah peserta didik non-formal meningkat signifikan hingga mencapai hampir 9.000 orang, dari sebelumnya hanya sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta.
Angka itu menunjukkan antusiasme masyarakat yang kian tinggi terhadap pendidikan alternatif di luar sekolah formal.
Namun, Pujianto mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh program ini. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk terus memperluas jangkauan serta meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi semua.
“Program sosialisasi ini sudah dimulai sejak tahun lalu dan akan terus berlanjut. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari kesempatan belajar, baik di sekolah formal maupun non-formal,” ujarnya.
Selain jalur pendidikan non-formal, Disdikbud Kukar juga menyoroti pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan, terutama dalam program PAUD.
Kata Pujianto, pendidikan anak usia dini berkaitan erat dengan aspek kesehatan seperti deteksi tumbuh kembang, penanganan stunting, serta pemenuhan gizi seimbang.
Karena itu, dalam setiap kegiatan PAUD, pemerintah turut melibatkan Dinas Kesehatan sebagai narasumber.
Para orang tua pun juga turut diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola asuh yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Harapan kami, seluruh masyarakat dapat berperan aktif menyebarluaskan program ini dengan mengajak warga di sekitarnya yang memiliki anak usia PAUD agar segera menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD terdekat,” pungkas Pujianto. (Adv/Nr)






Users Today : 1109
Total Users : 405654
Views Today : 1651
Total views : 1435489
Who's Online : 10