KET foto,Ketua Komisi 11,Iswandi
Publiknews.co Samarinda – Wacana pembangunan Teras Samarinda tahap III mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda. Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, legislatif menilai pemerintah kota perlu lebih selektif dalam menentukan program pembangunan dengan mengutamakan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pandangan tersebut muncul setelah proyek Teras Samarinda tahap II rampung dikerjakan. Kawasan yang membentang dari depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Dermaga Mahakam Ilir itu kini hanya menunggu proses peresmian sebelum dibuka untuk publik.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa perluasan pembangunan ke tahap berikutnya belum mendesak untuk dilakukan saat ini. Menurutnya, anggaran daerah sebaiknya difokuskan terlebih dahulu pada program-program yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Untuk pembangunan tahap III saya kurang sependapat. Saat ini yang lebih penting adalah memastikan anggaran digunakan untuk kebutuhan prioritas karena kemampuan fiskal kita masih terbatas,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Berbagai kebutuhan seperti peningkatan sarana pendidikan, pengembangan fasilitas pendukung, hingga penguatan pelayanan kesehatan dinilai masih memerlukan dukungan anggaran yang cukup besar.
Karena itu, DPRD meminta agar alokasi belanja daerah lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebelum mengalokasikan dana untuk proyek lanjutan yang sifatnya belum mendesak.
“Yang harus didahulukan adalah pelayanan dasar masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan. Jika kondisi keuangan daerah sudah lebih baik, pembangunan lanjutan bisa dipertimbangkan kembali,” katanya.
Selain dua sektor tersebut, Iswandi juga mengingatkan bahwa masih ada sejumlah program strategis yang belum sepenuhnya selesai dan perlu dituntaskan. Menurutnya, menyelesaikan proyek yang sudah berjalan akan lebih efektif dibanding memulai pekerjaan baru yang berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran daerah.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun, melainkan dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan publik.
“Kalau masih memungkinkan untuk ditunda, sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Teras Samarinda tahap I dan II sudah cukup. Sekarang fokus pada program yang dampaknya langsung dirasakan warga,” tegasnya.
Terkait penyusunan anggaran tahun 2027, DPRD Samarinda masih menunggu dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang akan disampaikan pemerintah daerah sebagai dasar pembahasan lebih lanjut.
“Biasanya pembahasan anggaran mulai berlangsung pada Juli. Saat ini kami masih menunggu KUA-PPAS dari pemerintah kota,” tutup Iswandi.
DPRD berharap perencanaan anggaran ke depan disusun berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat sehingga pembangunan daerah dapat berlangsung lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.(adv/ayii)







Users Today : 232
Total Users : 458068
Views Today : 680
Total views : 1529206
Who's Online : 4