Publiknews.co Samarinda — Krisis listrik masih menjadi tantangan utama di kawasan pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.
Sejumlah kampung di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan akses listrik.
Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menilai bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan solusi paling realistis untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Mahulu, ketimbang terus mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dinilai boros biaya dan terbatas jangkauan.
“Mahakam Ulu sangat memerlukan kehadiran investor, terutama di sektor kelistrikan. Ada sekitar 50 kampung yang tersebar di lima kecamatan, dengan kondisi geografis yang saling berjauhan dan akses yang tidak mudah dijangkau,” ujar Ekti saat diwawancarai, Selasa (15/7/2025).
Ia menekankan bahwa penggunaan PLTD sebaiknya hanya menjadi solusi sementara, karena dalam jangka panjang pengoperasiannya memerlukan biaya yang besar.
“Mengandalkan PLTD secara terus-menerus jelas tidak efisien. Dengan pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, hasilnya akan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Ekti optimistis, jika ada pihak swasta yang berinvestasi secara serius di sektor kelistrikan, masyarakat Mahulu akan menyambutnya dengan terbuka.
Sebab, ketersediaan listrik dinilai sebagai faktor utama yang dapat mempercepat pembangunan di desa-desa.
“Listrik adalah kebutuhan mendasar. Begitu jaringan listrik terbangun, maka sektor pembangunan lainnya akan ikut terdorong. Warga pasti akan antusias jika ada investor yang mau masuk ke sektor ini,” tegasnya.
Meski belum memiliki data pasti terkait jumlah kampung yang belum teraliri listrik, Ekti menyebut dua kecamatan terluar, yakni Long Apari dan Long Pahangai, sebagai wilayah yang menghadapi tantangan akses paling berat.
Saat ini, layanan PLTD baru mampu memenuhi kebutuhan listrik di tingkat kecamatan dan belum menjangkau desa-desa di pelosok.
“Oleh karena itu, kami sangat berharap ada langkah nyata dalam bentuk investasi di sektor energi terbarukan. Hal ini sangat penting demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Mahulu yang selama ini masih berada dalam keterbatasan,” pungkasnya
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 302
Total Users : 513508
Views Today : 397
Total views : 1625507
Who's Online : 3