Ket. Foto: Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi
Publiknews.Co, Samarinda – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menyoroti peran penting generasi Z dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Diketahui, enam kabupaten/kota di Kalimantan Timur—Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, Balikpapan, dan Samarinda—merupakan bagian dari kawasan yang akan menjadi pusat perhatian selama dan setelah perpindahan IKN ke Kaltim.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, generasi Z memiliki kepekaan tinggi terhadap teknologi, yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah melalui media sosial dan platform digital.
“Anak muda saat ini sangat akrab dengan teknologi. Mereka mampu menghasilkan konten yang menarik, seperti video, hanya dengan menggunakan ponsel. Ini adalah peluang besar untuk mempromosikan destinasi wisata kita,” ujarnya.
Baihaqi menambahkan, sejumlah destinasi wisata unggulan di Kaltim, seperti Bukit Bangkirai, Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga Wisata Susur Sungai Mahakam, perlu lebih sering ditampilkan dalam konten kreatif di media sosial. Dengan bantuan anak muda yang aktif di Instagram, TikTok, atau YouTube, diharapkan wisata Kaltim bisa lebih dikenal secara luas.
“Kami mendorong mereka untuk membuat video menarik dan tag akun resmi Dinas Pariwisata Kaltim. Kami akan bantu mempromosikan video mereka agar semakin banyak orang yang tahu tentang potensi wisata kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Baihaqi menekankan bahwa promosi pariwisata tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, khususnya anak muda yang dapat memanfaatkan media sosial secara efektif.
“Generasi Z sangat berperan dalam mempopulerkan tempat-tempat wisata dengan cara yang lebih kreatif. Keberadaan mereka di dunia digital memungkinkan wisata Kaltim dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun internasional,” katanya.
Dispar Kaltim juga memberikan ruang bagi berbagai pihak, mulai dari konten kreator, duta wisata, hingga masyarakat umum untuk terlibat dalam promosi pariwisata dan ekraf.
“Kita berharap tidak hanya generasi muda, tapi semua pihak bisa bergotong royong untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim,” tambah Baihaqi.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kolaborasi antar generasi dan berbagai stakeholder sangat penting untuk mendukung keberhasilan sektor pariwisata. Seiring dengan perkembangan IKN, potensi wisata di Kalimantan Timur akan semakin banyak menarik perhatian, dan peran generasi Z sebagai agen perubahan sangat diperlukan.
“Kami yakin generasi muda akan menjadi garda terdepan dalam memajukan pariwisata di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Dengan dukungan aktif dari generasi Z dan kolaborasi lintas sektor, Kaltim diharapkan dapat semakin memanfaatkan momentum IKN untuk memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata yang memiliki daya tarik tinggi, sekaligus meningkatkan sektor ekonomi kreatif di Kaltim.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi







Users Today : 189
Total Users : 410651
Views Today : 759
Total views : 1447001
Who's Online : 3