Foto: Plt Kabid SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Jarak dan medan yang sulit tak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak di daerah terpencil Kutai Kartanegara (Kukar) untuk bersekolah.
Melalui inisiatif sekolah filial dan sekolah terbuka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terus membuka peluang agar pendidikan tetap bisa dijangkau hingga pelosok desa.
Plt. Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan bahwa keberadaan sekolah filial memang belum tertulis secara spesifik dalam regulasi. Namun, langkah ini menjadi solusi nyata bagi wilayah-wilayah yang jauh dari sekolah induk.
“Sekolah filial itu sebenarnya tidak diatur secara resmi dalam aturan, tapi kami melihat kebutuhan di lapangan. Di beberapa desa seperti Liang Buayang dan Rantau Hempang di Kecamatan Muara Kaman, misalnya, anak-anak kesulitan menjangkau sekolah induk. Karena itu, desa bisa mengusulkan pembukaan sekolah filial, dan guru yang mengajar bisa diperbantukan dari sekolah induk atau tenaga pendidik setempat,” terang Emy.
Selain sekolah filial, Emy menjelaskan, Disdikbud juga terus memperkuat model sekolah terbuka yang telah memiliki dasar hukum jelas. Salah satu contohnya adalah SMP Negeri 1 Loa Kulu yang membuka sekolah terbuka di Desa Lawagaga, memberi kesempatan bagi siswa di desa itu untuk tetap belajar tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Hingga saat ini, jumlah sekolah filial di Kukar memang belum banyak. Beberapa di antaranya berada di SMPN 1 Muara Kaman dan SMPN 5 Kota Bangun. Meski demikian, permintaan dari desa-desa lain terus berdatangan, terutama dari wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Kalau sekarang baru sekitar empat sekolah filial yang aktif. Tapi sudah ada beberapa desa lain yang mengajukan pembukaan sekolah filial baru, dan sedang kami analisis kelayakannya,” ujarnya.
Proses pembukaan sekolah filial, kata Emy, tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar keberadaannya benar-benar efektif, mulai dari jumlah calon siswa, ketersediaan guru, hingga dukungan sarana dan prasarana.
“Tidak mudah memang membangun unit sekolah baru. Tapi kami pastikan setiap pengajuan akan dikaji secara menyeluruh agar program ini berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Melalui skema sekolah filial dan sekolah terbuka ini, Disdikbud Kukar berharap tak ada lagi anak-anak di pedalaman yang tertinggal dalam pendidikan. Mereka bisa tetap belajar, walau jauh dari pusat kota.
“Harapan kami sederhana, anak-anak di desa terpencil punya kesempatan yang sama untuk bersekolah. Dari sinilah lahir generasi muda Kukar yang cerdas dan siap bersaing di masa depan,” tutup Emy. (Adv/Nr)







Users Today : 371
Total Users : 440971
Views Today : 593
Total views : 1500619
Who's Online : 1