• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Wakil DPRD Kaltim Tanggapi Persoalan UMP 2023.

Redaksi by Redaksi
November 15, 2022
in Advetorial, DPRD KALTIM, Kaltim
0 0
0
Wakil DPRD Kaltim Tanggapi Persoalan UMP 2023.
Bagikan

Publiknews. Co – SAMARINDA – Persoalan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 yang akan diumumkan 21 November mendatang. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengatakan sejumlah komponen upah pekerja setiap tahun selalu mengalami penyesuaian, tak terkecuali pada besaran UMP 2023.

Ia pun mengatakan bahwasanya peningkatan UMP 2023 sangatlah krusial dan berpengaruh pada seluruh pihak, termasuk pelaku industri.

“Peningkatan ini pasti akan berpengaruh bagi para pelaku industri. Karena harus ikut menyesuaikan anggarannya jika ada kenaikan,” jelasnya, Sabtu (12/11/2022).

Samsun menilai bahwa perhitungan besaran UMP memerlukan sejumlah indikator yang sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, tidak bisa dianggap sederhana.

“UMP ini tidak serta-merta naik begitu saja, perlu ada perhitungan yang tepat dari sejumlah indikatornya,” jelas Samsun.

Lebih lanjut, politisi fraksi PDIP ini memaparkan, kenaikan UMP sangat mampu mempengaruhi inflasi daerah. Karena berpotensi pada meningkatnya harga Bahan Pokok Penting (Bapokting).

“Bahkan hal ini dapat terjadi bukan hanya dari kenaikan UMP, kenaikan gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) saja bisa mempengaruhi kenaikan harga,” ucapnya.

Sebagai pihak yang memberi upah, Samsun turut meminta agar kemampuan fiskal pelaku industri dipertimbangkan. Termasuk juga masyarakat yang bukan penerima UMP.

“Misalnya saja petani atau nelayan, mereka kan bukan penerima UMP, apakah dari pengaruh inflasi bisa dijangkau oleh mereka atau tidak, karena kenaikan sebesar apapun sangat berpengaruh,” tandas Samsun. (Adv)

Post Views: 347
Previous Post

Komisi I DPRD Kaltim Merevisi Perda No. 9 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah yang Tidak Sesuai degan UU Cipta Kerja

Next Post

Bapemperda DPRD Samarinda Akan Sahkan 23 Program Propemperda 2023, Laila Fatihah Targetkan Ahir 2022 Selesai.

Redaksi

Redaksi

Next Post
Bapemperda DPRD Samarinda Akan Sahkan 23 Program Propemperda 2023, Laila Fatihah Targetkan Ahir 2022 Selesai.

Bapemperda DPRD Samarinda Akan Sahkan 23 Program Propemperda 2023, Laila Fatihah Targetkan Ahir 2022 Selesai.

Statistik Pengunjung

449724
Users Today : 1081
Total Users : 417615
Views Today : 1725
Total views : 1460642
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.217.132
Server Time : 2026-05-01
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In